Total Tayangan Halaman

Minggu, 02 Desember 2012


Bismillah…
BUSANA MUSLIMAH yang SYAR’I
Buat para muslimah, salah satu kerjaan yang sering berat banget untuk dilaksanakan yaitu menutup aurat. Eeh, giiran udah ditutup, malah kurang sempurna karena ada rambu-rambu yang dilanggar. Maklum, muslimah kan suka modis sana-sini, tak terduga, tak disangka, ternyata melanggar syara’, alga juga pernah mengalami kejadian seperti itu. Nah Lho!
·         JILBAB “SEMAMPAI”
                Patut direvisi nih pandangan kita tentang jilbab. Selama ii, kita menyamakan antara jilbab dengan kerudung. Faktanya, beda loh. Pendapat Ibnu Katsir, Ibnu Mas’ud dan Ibn Hazm, jilbab ialah pakaian penutup tubuh wanita, yang terulur, tidak berpotongan, tidak tembus pandang, dan tidak menampakkan lekuk tubuh. Nah…. Jadi JILBAB berupa PAKAIAN, bukan penutup kepala. Kadang-kadang , jilbab di masyarakat kita disebut baju gamis. Tak kalah pentingnya, meskipun baju atasan kita panjang dan longgar, dan disandingkan dengan rok yang tak kalah pentingnya, tetap saja belum terkategori jilbab. Bukankah pakaian yang serba lebar, tidak akan mengundang syahwat atau tidak. Definisi jilbab cukup dikembalikan kepada asal muasal dalil syara yang tercantum dalam Al-Qur’an.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah merekan mengulurkan jilbabnya kesluruh tubuh mereka. “ yang demikian itu supaya mereka mengulurkan jibabnya ke seluruh tubuh mereka.”yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak digangg. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab:59)
!

·         KERUDUNG MODIFIKASI
Nah, dalam islam, kerudung dikenal sebagai khimar. Dalilnya? Silakan simak.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya,…”
(QS: An-nur:31)
                Batas syar’I dari khimar yaitu ditutup sampai ke dada. Belakangan ini, berkembangan majalah dan buku-buku yang isinya tutorial menggunakan kerudung supaya lebih modis. Mulai dari padu padan warna, sampai dililit-lilit dari leher sampai ke kepala. Tak kalah seru-nya, dipasar banyak tersedia kerudung yang tidak syar’I  karena berbahan tipis dan transparan. Harga jualnya pun bervariasi, mulai dari 15 ribu sampai 100 ribu ala butik. Bukan masalah murah atau mahalnya, sayangnya semua itu tidak ada artinya di hadapan Allahapa efeknya kalau pakai kerudung berbahan tipis? Pastinya rambut bisa kelihatan bahkan warn kulit bisa menerawang.


·          


·         SI PUNUK UNTA
si Siti     : “eh… fulanah! Kok bagian erudung bagian belakangnya nongol?”
Fulanah: (meraba-raba) “ini gulungan rambut. Memangnya kenapa? Kan tidak kelihatan
                  rambutnya?”
si Siti     : “iya, tapi jadi mirip si ekor kuda atau punuk unta! Haram loh”
Fulanah: “Hah???(Astagfirrullah)

                Itu sepenggal pengalaman Fulanah dalam berhijab(menutup aurat). Apakah teman-teman merasa punya pengalaman yang sama? Niatnya sih pengen nge-gulung rambut supaya gak berseraka kemana-mana, ehh malah membentuk tonjolan yang menyerupai punuk unta. Ini ternyata Haram!
“Ada 2 golongan enduduk neraka yang belum pernah aku lihat:  pertama, kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti PUNUK UNTA yang miringwa, wanita seperti itu takkan masuk surge dan mencium baunya, walau baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian” (HR. MUSLIM)
                 


Tips dari Ustadz. Felix Siauw via twitter, supaya muslimah gak berpunuk-unta:
1.       Silakan gelung rambut kebawah, intinya agar tak mewujud rambut kita menjadi tonojlan kerudung
2.       Lebarkan khimar, insyaAllah muslimah-muslimah akan lebih anggun, rambut tak terpapar dan bebas dari punuk unta.
Gimana teman-teman muslimah?? Udah kebayang mana aja yang perlu kita perbaiki? Mudah-mudahan kita semakin taqwa dan istiqomah ya. Sempurnakan hijab, raih pahala berlipat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar